Langsung ke konten utama

Success with Well Formed Outcome

Bagi para praktisi NLP, mereka menggunakan pengetahuan NLP sebagi pilar dan juga landasan kesuksesan dalam hidupannya. Banyaknya strategi dan juga teknik pengembangan diri yang ditawarkan dalam NLP membuat para praktisi NLP dengan mudahnya memodifikasi dan juga merumuskan kesuksesannya. Outcome adlah salah satu pilar NLP yang didefinisikan sebagai bentuk goal yang jelas dan spesifik.
Well-Formed Outcome (WFO) adalah sebuah rumusan kesuksesan yang dapat diimplementasikan dalam meraih cita-cita. WFO menjadikan apa yang kita cita-citakan menjadi jelas dan terukur bukan hanya sekedar “kira-kira”. Teknik WFO ini tidak hanya dapat diterapkan dalam mencapai sebuah cita-cita saja, dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan juga dapat menggunakannya demi mencapai visi dan misi yang sudah ditetapkan.Rumusan dari WFO tersebut adalah :

State the outcome in positive term (Ungkapkan dalam kalimat positif). Pikiran manusia lebih mudah menerima kalimat positi oleh karena itu dengan menghindari kalimat negasi seperti “tidak, jangan” dapat membuat outcome menjadi lebih positif dan bermanfaat.
Ensure the outcome is within your control (Pastikan bahwa outcome berada dalam kendali).
Be as specific possible (Diupayakan se-spesifik mungkin), outcome harus dibuat se-spesifik mungkin seperti : kapan akan diwujudkan, dimana, dengan siapa, berapa banyak/jumlahnya, dll.
Have a sensory-based evidence procedure (Memiliki tolok-ukur (bukti indrawi) yang jelas), dengan menggunakan minimal 3 sensori inderawi kita dapat membuat outcome menjadi lebih terukur.
Consider the context (Kontekstual)
Have access to resources (Memiliki sumberdaya), dengan memiliki sumber daya (internal dan eksternal) dapat mempercepat tercapainya outcome.
Check the outcome is ecologically sound (Mempertimbangkan keselarasan),
Define the first step (Tetapkan langkah awal), dengan menetapkan kapan langkah awal dilakukan membuat outcome menjadi lebih cepat terwujud.Demikianlah penjelasan tentang WFO yang merupakan strategi dan juga rumusan bagi seorang praktisi NLP dalam mewujudkan NLP secara lebih jelas dan cepat. Menggunakan teknik ini dalam kehidupan kita tentunya membuat meraih cita-cita menjadi hal yang mudah dan menyenangkan.

Postingan populer dari blog ini

NLP Presupposition

Sebagai ilmu tentang pemberdayaan Diri dalam pembahasan NLP tidak lepas dari Presupposition yang menjadikan sebagai landasan berpikir dan bertindak Presuppositions ini juga yang menjadi landasan berbagai prinsip, teknik, metode di NLP.  Sebelum melangkah ke teknik,metode dan mengembangkan NLP kita perlu tahu apa manfaatnya mengetahui, memahami dan internalisasi Presuposisi NLP itu setidaknya ada 2 manfaat memahami Presuppostion NLP  Pertama adalah untuk memberikan makna positif terhadap sesuatu, atau untuk membingkai ulang representasi internal, hal ini bisa memberikan makna positif bagi diri kita.  Kedua adalah ketika kita menggali dari apa yang dikatakan oleh orang lain saat berkomunikasi, kita dapat menemukan apa yang terjadi di dalam map of the world-nya (rep. Internal), kita menyadari bahwa setiap orang berbicara berdasarkan persepsinya, hingga dapat mencegah konflik saat terjadi ketidaksepahaman.  NLP presupposition adalah sejumlah ide utam...

Perubahan Cepat dengan Swish Pattern

Salah satu teknik yang efektif dan menyenangkan dalam aplikasi NLP adalah Swish Pattern biasa di gunakan untuk merubah Prilaku yang kurang baik menuju prilaku yang di inginkan seperti mengganti kecanduan rokok,kurang Motivasi menjadi termotivasi menggigit kuku,ketakutan berbicara di depan umum dan yang lainya.  Sederhananya Swish pattern adalah cara menganti prilaku lama ke prilaku baru yang di inginkan. bagaiman teknik swish patern bekerja ?   Oke saat ini sebuatkan makanan Favorit anda ? bayangkan orang yang anda cintai ? setiap tindakan perasaan pasti ada pemicu awalnya seperti orang yang sudah kecanduan rokok ketika ia berkumpul dengan teman teman perokok melihat rokok biasanya tidak tahan untuk segera merokok,seperti seseorang yang takut berbicara di depan umum ketakutan muncul ketika di minta berdiri di panggung atau memegang mic hal ini menjadi pemicu munculnya rasa grogi.  Pemicu awal tersebut bisa berupa gambar (Visual) bisa juga Suara (Audiotori) ...

Sejarah NLP

Inti dari NLP adalah “modelling” apa yang terbaik dari seseorang. dari situ juga, sejarah NLP dibuka pada awal tahun 1970-an oleh kolaborasi antara Richard Bandler dan John Grinder di University of California. Bandler, mahasiswa matematika yang mempunyai ketertarikan khusus pada ilmu komputer, terlibat dalam transkripsi beberapa rekaman video dan audio atas seminar-seminar Fritz Perls (Bapak Gestalt Therapy) dan Virginia Satir  ( Pendiri Family Therapy ). Dari situ ia menarik pelajaran, dengan meniru apek-aspek tertentu prilaku dan bahasa Perls dan Satir, maka ia bisa mencapai hasil yang sama dengan mereka. Dengan demikian, ia pun mulai membentuk kelompok Gestalt Therapy di kampus. Grinder, yang sudah jadi associate professor bidang Linguistic di University Of California, tergelitik oleh kemampuan Bandler. Ia pun berkata, ” Jika kau mengajariku bagaimana melakukan segala yang kau lakukan, maka akan kukatakan padamu apa yang kau lakukan.” Hal itu terjadi tak lama ...